dermaAllah SWT dalam salah satu ayat Alquran berfirman, ”Kalian semua tidak akan pernah mendapatkan kebaikan sebelum kalian mendermakan sebagian harta yang kalian cintai. Ketahuilah, segala apa yang kalian dermakan pasti Allah mengetahuinya.” (Ali ‘Imran: 92).

Dalam salah satu hadis sahih, Ibnu Abbas bercerita, Rasulullah SAW adalah sosok manusia paling dermawan dalam kebaikan apa pun. Hal itu makin beliau tingkatkan selama bulan Ramadhan, pada waktu Malaikat Jibril datang menemui beliau setiap malam untuk menyampaikan wahyu Allah dan mendengarkan bacaan tadarus Alquran yang telah Nabi Mumammad SAW terima. Pada saat Jibril menemui beliau, tergambar bahwa kedermawanan Nabi itu sebanding, bahkan melebihi dari angin kencang yang bertiup. (HR Bukhari).

Salah satu dari sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah sifat dermawan. Dalam satu hadis lain, Anas bin Malik berkata, ”Nabi SAW itu adalah sosok pemberani dan penderma.” (HR Bukhari). Di hadis lain, Anas juga pernah mendengar langsung Nabi SAW bersabda, ”Saya adalah salah satu anak keturunan Nabi Adam yang paling penderma. Dan orang-orang yang termasuk ke dalam golongan penderma setelah aku adalah orang-orang berilmu yang menyebarkan ilmunya, juga orang-orang yang mendermakan dirinya di jalan Allah.” (HR Tirmidzi).

Dalam riwayat lain yang juga disampaikan oleh Ibnu Abbas, digambarkan bahwa sosok Nabi SAW itu tidak pernah mengecewakan orang-orang yang meminta segala sesuatu kepada beliau. Beliau pasti memberikan apa yang diminta, jika memang beliau sendiri memilikinya. Kata Ibnu Abbas, ”Tidak ada yang meminta sesuatu pun kepada Nabi SAW, selain pasti diberikannya.” (HR Ahmad).

Dalam kesempatan yang lain, Jabir, salah satu sahabat Nabi SAW, menggambarkannya demikian pula, ”Rasulullah SAW tidak pernah diminta sesuatu oleh seseorang kemudian menjawab tidak (menolaknya).” (HR Ahmad).

Dermawan merupakan salah satu sifat yang paling terpuji dan mulia. Orang yang dermawan pada hakikatnya merupakan bentuk konkret dalam meneladani sifat Allah dan Rasul-Nya. Dalam salah satu riwayat yang disampaikan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah itu Zat yang Maha Penderma, karena itulah Dia menyukai sifat dermawan.” (HR Tirmidzi). Dengan demikian, tidak ada alasan bagi umat manusia untuk bersifat kikir atau bakhil, karena itu berlawanan dengan sifat Allah SWT dan Nabi-Nya.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah melimpah ini, sifat dermawan mesti ditingkatkan hingga menjadi budaya positif. Nabi SAW sendiri, karena saking cepatnya dalam mendermakan apa yang dimilikinya, disamakan dengan angin cepat yang bertiup, bahkan lebih cepat dari itu semua. Gambaran sifat dermawan Nabi SAW ini merupakan gambaran riil bahwa beliau tidak sekadar satu atau dua kali dalam bederma, akan tetapi lebih dari itu, beliau menjadikan sifat dermawan ini sebagai budaya positif pada dirinya, hingga wafat.

Apa yang beliau dermakan lebih jauh lagi adalah gambaran kasih sayang yang beliau miliki kepada manusia lain. Seperti angin bertiup yang memberikan kasihnya kepada segala hal yang dilaluinya. Istiqamah dalam bederma, dengan terus-menerus melakukannya di setiap waktu, dalam berbagai macam bentuknya, adalah inti dari teladan yang Nabi SAW ingin sampaikan. Demikian Imam Nawawi menyimpulkan inti sari sifat dermawan Nabi Muhammad SAW tersebut. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah SWT yang suka bederma. Wallahu a’lam.

Bagikan ke teman :

Bookmark and Share